Indosat Blog Contest (SinyalKuat.co.cc)
Custom Search

Selasa, 05 Agustus 2008

7 Tanaman Pengusir Malaria

Di samping obat-obatan medis, ada beberapa tanaman yang bisa membantu melawan malaria. Pengalaman nenek moyang kiranya pantas dilestarikan dan tidak ada salahnya kita coba praktikkan. Nah, beberapa tanaman berikut terbukti mampu mengusir malaria:

1. ANUMA
Sebutan botaninya adalah Artemisia annua, termasuk suku Asteraceae. Orang Jawa dan Papua sama-sama menyebutnya anuma. Hidupnya di hutan-hutan, atau kadang tumbuh liar di pinggir-pinggir jalan. Belakangan, tanaman anuma dijadikan tanaman hias dalam pot, karena tampilannya memang cukup eksotik.
Daunnya berbentuk oval, lonjong, panjang sekitar 10-18 cm dan lebar 5-15 cm. Ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgir, dan warna hijau atau ada pula ungu kehijauan. Batangnya tegak, bulat persegi, dan berwarna hijau kecokelatan. Daun atau seluruh bagian tanaman mengandung saponin, flavonoida, polyfenol, dan minyak atsiri.
Kegunaan anuma, selain sebagai obat demam, juga dipakai untuk obat malaria. Sediakan daun anuma segar sebanyak 60 gram, cuci bersih, lalu rebus dalam 400 ml air. Biarkan mendidih selama 10-15 menit. Saring, dan setelah dingin diminum. Lakukan sehari 2 kali pagi dan sore.


2. BROTOWALI





Tanaman brotowali (Tinospora crispa) hidupnya merambat. Batangnya berwarna hijau, penuh benjolan, dan banyak mengandung air. Daun berbentuk jantung berwarna hijau muda. Bunga bermahkota 6 berwarna hijau muda. Buah berwarna hijau.Batang brotowali mengandung glikosida pikroretosid, alkaloid berberina, palmatina, zat pahit pikroretin, dan hars. Oleh karena itu, batang brotowali terasa amat pahit, bahkan binatang pun enggan menyentuhnya. Mereka yang belum biasa menikmati brotowali, bisa jadi akan muntah karena pahitnya. Untuk itu, tambahkan gula pada ramuan brotowali.
Dibutuhkan tigaperempat jari batang brotowali segar. Potong batang seperlunya lalu rebus di dalam 4,5 gelas minum air. Biarkan mendidih hingga sisanya tinggal separuh. Air rebusan disaring, tambahkan pemanis gula. Saban hari, penderita malaria dianjurkan menenggak tiga kali, dan masing-masing tigaperempat gelas minum.


3. JOHAR
Tanaman johar (Cassia siamea) lumayan sering diteliti kemungkinannya sebagai obat malaria. Daunnya mengandung alkaloida bersifat sedikit beracun dan oxymethylanthraquinone. Namun, zat-zat itu masih terus diuji kaitannya dengan pengobatan malaria. Menurut Heyne (1917), sudah sejak lama daun johar dipakai mengobati malaria.
Lazimnya pohon johar ditanam di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Tingginya bisa mencapai 15 meter dengan batang berdiameter 40-50 cm. Bunganya berbentuk malai, warna kuning. Kayunya termasuk kuat dan awet.
Untuk menggunakannya dalam pengobatan malaria digunakan tigaperempat genggam daun johar segar. Silakan direbus di dalam 3 gelas air, hingga rebusannya tersisa tigaperempatnya. Saring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing tigaperempat gelas.


4. MENIRAN





Tanaman meniran (Phyllanthus niruri) disebut juga dengan nama lokal memeniran, daun-gendong-anak, atau sidukung-anak. Di negeri Cina lebih dikenal dengan sebutan ye xia zhu atau zhen chu cao. Selama ini, meniran masih tumbuh liar di kebun atau hutan. Menyukai tempat-tempat yang tanahnya lembap. Ada juga yang menanamnya untuk pengobatan alami.
Meniran termasuk tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 45 cm, bunganya berseling, tumbuh pada ketiak daun. Buahnya kotak, bentuknya bulat-bulat seperti menir. Daunnya bersirip genap. Daun tersebut mengandung zat-zat seperti filantin, kalium, damar, dan zat samak.Untuk mengobati malaria, siapkan setengah genggam daun meniran, cuci bersih lalu rebus dengan air bersih sebanyak 3 gelas. Biarkan mendidih hingga tinggal tigaperempat bagian. Sesudah dingin, saring lantas minum 3 kali sehari sebanyak tigaperempat gelas. Bila perlu tambahkan sedikit madu.
Resep lainnya, sediakan 7 batang lengkap tanaman meniran, 5 biji bunga cengkeh kering, dan 1 potong kayu manis. Semuanya dicuci bersih, lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai mendidih. Saringlah, lalu silakan diminum 2 kali sehari pagi dan sore.


5. PEPAYA






Tanaman pepaya sungguh kaya gizi dan kandungan zat-zat lainnya. Daun pepaya mengandung enzym papain, alkaloid karpaino, psudo-karpaina, glikosid, karposid dan saponin, sakarosa, dekstrosa, dan levulosa. Sedangkan buahnya mengandung karotena, pectin, d-galaktosa, papain, dan sebagainya. Sementara biji pepaya memiliki glucoside, cacirin, dan karpain. Getahnya mengandung papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, dan sklotransferase.
Untuk mengobati malaria, ambil daun pepaya agak muda dan masih segar sebanyak setengah gelas minum. Cuci bersih lalu giling sampai halus, tambahkan tigaperempat cangkir air masak dan sedikit garam. Peras, lalu saring dan minum 3 kali sehari.






6. PULAI
Sekarang memang sudah cukup sulit menemukan pohon pulai (Alstonia spectabilis), kecuali mereka yang bergerak di bidang bisnis korek api. Kayu pulai dipakai sebagai batang korek api tersebut. Kayu pulai tergolong ringan, tidak keras, dan tak ada galihnya. Pohon pulai bisa tumbuh sangat tinggi dan besar, bisa mencapai 15 meter dengan diameter batang mencapai 60 cm.
Pohon pulai mengandung banyak getah berwarna putih yang sangat pahit. Pada kulit batangnya terdapat kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol. Untuk mengatasi malaria, sediakan 3 jari kulit pulai, cuci dan potong-potong seperlunya. Lantas rebus dengan 5 gelas minum air bersih. Biarkan mendidih sampai setengahnya. Sesudah dingin, saring lalu minum 3 kali sehari masing-masing tigaperempat gelas. Jika perlu, boleh ditambah sedikit gula agar tidak terlalu pahit.






7. SAMBILOTO
Sambiloto (Andrographis paniculata) termasuk tanaman semusim. Ia tumbuh liar di hutan, di ladang, dan di halaman-halaman yang tanahnya agak lembap. Ada yang sengaja menanam sambiloto sebagai tanaman obat-obatan. Berbatang basah, tinggi sampai 80 cm. Daun berbentuk lonjong atau taji, berhadap-hadapan. Bunganya putih atau ungu, dan bergaris-garis dalam payung tambahan.
Tanaman ini mengandung panikulin dan zat-zat pahit (andrografin, andrografoloid). Khusus daunnya mengandung zat minyak terbang, garam-kalium dan natrium, kalmegin, dan hablur kuning (sangat pahit).
Agar malaria segera pergi, siapkan setengah genggam daun sambiloto segar. Cuci bersih lalu rebus dengan 3 gelas air bersih. Tunggu mendidih sampai tinggal seperempat bagian. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari masing-masing tigaperempat gelas.

Senin, 04 Agustus 2008

KTSP Membuat Guru Kreatif

Penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di setiap sekolah setingkat SD, SMP dan SMA, akan membuat guru semakin pintar, karena mereka dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kurikulum yang selama ini dibuat dari pusat, menyebabkan kreativitas guru kurang terpupuk, tetapi dengan KTSP, kreativitas guru bisa berkembang.Demikian pendapat dari pakar kurikulum, Dr Karnadi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Prof Dr Ansyar dari Universitas Negeri Padang (Unan). Pendapat kedua pakar itu dilontarkan berkaitan dengan munculnya KTSP 2006 sebagai pengganti kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004.Karnadi yang ditemui Pembaruan di Jakarta, pekan lalu mengatakan, dengan semangat otonomi dan desentralisasi, KTSP memberi keleluasaan sekolah untuk mengembangkan kurikulum sendiri. KTSP sebenarnya positif, sebab sekolah diberikan otonomi untuk berdiskusi terkait dengan standar kompetensi yang dikembangkan.Hanya saja, sebagian besar guru belum terbiasa untuk mengembangkan model-model kurikulum. Selama ini mereka diperintah untuk melaksanakan kewajiban yang sudah baku, yakni kurikulum yang dibuat dari pusat.Karnadi menambahkan, implementasi KTSP sebenarnya membutuhkan penciptaan iklim pendidikan yang memungkinkan tumbuhnya semangat intelektual dan ilmiah bagi setiap guru, mulai dari rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Hal ini berkaitan adanya pergeseran peran guru yang semula lebih sebagai instruktur dan kini menjadi fasilitator pembelajaran."Guru dapat melakukan upaya-upaya kreatif serta inovatif dalam bentuk penelitian tindakan terhadap berbagai teknik atau model pengelolaan pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten," tuturnya.Beban BertambahKarnadi mengakui, penerapan KTSP tersebut berimplikasi pada bertambahnya beban bagi guru. Penerapan KTSP mengandaikan guru bisa membuat kurikulum untuk tiap mata pelajaran, padahal, selama ini guru sudah terbiasa mengikuti kurikulum yang ditetapkan pemerintah.''Belum lagi mengingat kualitas guru yang kurang merata di setiap daerah. "Ini artinya, KTSP menghadapi kendala daya kreativitas dan beragamnya kapasitas guru untuk membuat sendiri kurikulum," katanya.Dikatakan Karnadi, pemberdayaan guru belum dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah daerah (pemda). Misalnya, pemda belum melakukan evaluasi pendidikan yang baik dan benar, termasuk evaluasi guru. "Ini yang kerap terjadi, sehingga penerapan KTSP pun bisa melambat. Karena itu, pemda sebaiknya agresif dalam melakukan percepatan penerapan KTSP," katanya.Namun, menurut Prof Ansyar seperti dilansir Antara, Minggu (28/1), pemberdayaan guru dalam KTSP ini akan lebih baik, karena guru harus memikirkan perencanaan penyampaian materinya, setelah selama ini hanya mengajar sesuai kurikulum yang diturunkan pusat. Menurutnya, penerapan KTSP memberikan peluang bagi setiap sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri, dan untuk itu tiap guru yang akan mengajar di kelas dituntut memiliki kemampuan menyusun kurikulum yang tepat bagi peserta didiknya.KTSP yang dibuat sekolah itu, kata dia, harus tetap mengacu pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), dan disusun sebagai kurikulum operasional sekolah berdasarkan standar isi dan kompetensi lulusan yang dikembangkan dengan prinsip diversivikasi. Kurikulum harus disesuaikan dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik."Meski sekolah memiliki kewenangan luas, acuan tetap pada BSNP sesuai standar isi dan kompetensi lulusan," katanya.Lebih lanjut dijelaskannya, KTSP merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004, yang sebelumnya masih disusun pemerintah pusat, dan sekolah tinggal menggunakannya. Dalam KTSP, sekolah memiliki kewenangan menentukan muatan lokal, yang dapat dijadikan satu keunggulan sekolah itu sendiri.Tetapi, untuk mengoptimalkan pemberdayaan guru dalam menyusun kurikulum tersebut, harus didukung sejumlah sarana dan fasilitas seperti ketersediaan buku teks yang beragam."Setiap guru butuh banyak pengetahuan untuk penyempurnaan kurikulum yang disusunya, dan memerlukan banyak sumber seperti buku, dan internet," katanya.KontekstualKarnadi juga menjelaskan, sebetulnya, keluarnya Peraturan Mendiknas Nomor 22, 23, dan 24 Tahun 2006 mengenai KTSP atau Kurikulum 2006 ini tidak hanya menyempurnakan kurikulum sebelumnya, namun memberikan peluang yang sebesar-besarnya kepada daerah untuk mengembangkan pendidikan yang kontekstual."Sebagai pembaruan kurikulum, KTSP coba memberi ruang lebih luas bagi otonomi sekolah. Pemerintah hanya menetapkan standar minimal kurikulum yang harus dipenuhi, selebihnya bergantung pada masing-masing sekolah," katanya.Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Bambang Wasito Adi mengatakan, KTSP memberi hak penuh pada sekolah-sekolah untuk menentukan sendiri kurikulumnya. Tujuannya adalah agar potensi tiap-tiap sekolah dapat menonjol, sehingga tercipta kompetisi antarsekolah."Dengan KTSP ini, masing-masing sekolah bisa membuat silabus, kurikulum, dan indikator-indikatornya sendiri," katanya.Meski menentukan silabus sendiri, kata Bambang, namun standar kompetensi dan isinya harus sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Bambang menambahkan meski masih dibebaskan memakai kurikulum lama, namun pada 2009 seluruh sekolah harus sudah memakai KTSP.Sumber:Suara Pembaharuan Daily

Jumat, 25 Juli 2008

Kata Mutiara


Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.

Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.

Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.

Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.

Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.

Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.

Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.

Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.

Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.

Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.

Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.

Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.

Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.

Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.

Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.

Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.

Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.

Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.

Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.

Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.

Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.

Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.

Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?

Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.

Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.

Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.

Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.

Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.

Rencana memberikan arah langkah Anda.

Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.

Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan.

Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.

Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.

Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.

Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda.

Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.

Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.

Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.

Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.

Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.

Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.

Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.

Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.

Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.

Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.

Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan.

Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.

Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.

Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.

Kegagalan:

  • dapat memberikan kekuatan
  • ladang mendapatkan pahala
  • dapat menggali potensi Anda
  • mengembangkan kreatifitas Anda.

Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT

Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal.

Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.

Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan.

Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.

Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.

Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!

Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.

Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.

Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.

Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini.

Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.

Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.

Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.

Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.

Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.

Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.

Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita.

Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi.

Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan tanpa keberanian. Sukses sejalan dengan keberanian.

Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang.

Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.

Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda.

Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ke tujuan, asal arah yang Anda tempuh benar.

Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka.

Aplikasi atau tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi.

Bagaimanapun mimpi yang bernilai tinggi otomatis memerlukan pengorbanan yang tinggi pula dan kerja yang terfokus.

Diam tidak pasti, bertindak tidak pasti, kalau begitu mendingan kita bertindak.

Semakin berkerja keras kita, semakin beruntung kita. Apalagi jika niat kita lurus, tidak ada kerja keras kita yang sia-sia. Allah Mahatahu, sehingga pasti akan tahu apa yang terbaik bagi kita, termasuk mungkin kita harus lebih banyak berusaha.

Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki.

Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana Anda menghargai waktu, berarti sejauh itulah Anda menghargai hidup Anda.

Bekerjalah sebaik mungkin, pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, sehingga jika kemungkinan tersebut datang kita sudah siap. Bisa saja esok akan lebih sulit.

Ketidakpastian selalu menyertai kita, jangan lari, percuma. Yang perlu dilakukan ialah gunakanlah kreatifitas Anda untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk
mengaplikasikan solusi-solusi tersebut.

Mungkin saja setiap masalah dan tantangan yang kita anggap sulit itu masih ada solusinya, namun belum terpikirkan oleh kita.

Hindarilah membatasi diri Anda, pikiran-pikiran Anda, atau mimpi-mimpi Anda, sebab, apa yang kita lakukan atau apa yang kita buat esok hari tidak pernah terpikirkan hari ini.

Manusia sudah diberi kemampuan untuk berkreasi.

Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok.

Jika Anda ingin beruntung, persiapkan diri Anda dengan membina sikap Anda dan membekali diri dengan berbagai keterampilan yang memadai.

Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek. Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri.

Sekali kita underestimate terhadap diri sendiri, kita akan rugi, karena potensi kita akan terkungkung oleh batas yang terlalu sempit dibandingkan dengan batas yang sebenarnya.
Cacat atau kekurangan lainnya mem ang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam-macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara,
kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya.

Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih.

Kita memiliki keunikan masing-masing yang dapat menjadi keunggulan kita masing-masing.

Jika Anda belum merasa memiliki keunggulan saat ini, mungkin Anda belum memiliki semangat yang tinggi dan motivasi yang kuat dalam rangka menggali potensi Anda. Untuk meraih keunggulan lebih tinggi kita memerlukan bantuan orang lain.

Dalam mengahadapi perubahan dan untuk menjadi manusia unggul ada satu jalan yang tidak boleh tidak harus kita lakukan, yaitu selalu memperbaiki diri terus-menerus.

Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.

Mengevaluasi apa yang kita lakukan dan semua pencapaian kita. Apapun hasilnya akan menjadi fondasi kuat untuk kehidupan kita dimasa mendatang yang lebih baik.

Lalui kesulitan dan betakwalah, maka kemudahan pun akan datang.

Selasa, 22 Juli 2008

Memandang dengan hati

Hari itu, Abdullah bin Mas’ud masuk ke rumah Rasulullah. Sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil, di sisi Masjid Nabawi. Terlihat olehnya Rasulullah sedang lelap dalam tidurnya. Dalam ruangan yang sangat sederhana itu, Rasulullah tidur begitu saja. Hanya beralaskan tikar kasar. Tidak ada kasur, tidak juga tumpukan batal yang nyaman dan menenangkan.

Tak lama Rasul pun terbangun. Nampak di pipinya garis-garis tikar yang membekas jelas. Seorang Rasul mulia, manusia pilihan, tidur hanya dengan tikar kasar, yang lantas mengguratkan garis-garis di pipinya.

Melihat kondisi Rasulullah seperti itu, Abdullah bin Mas’ud sangat terharu. Hingga akhirnya, ia tak kuasa membendung air matanya. Abdullah bin Mas’ud menangis. Segera ia mendekati Rasulullah, lalu menghapus debu yang menempel di pipinya yang mulia.

Melihat Abdullah bin Mas’ud menangis, Rasulullah bertanya, "Wahai Abdullah, apa yang engkau tangisi?" Abdullah bin Mas’ud menjawab, "Ya Rasulullah, aku teringat kemewahan para kaisar Persia dan Romawi. Mereka tidur di atas hamparan sutra yang lembut." Ya, itulah jawaban Abdullah. Itulah yang menyebabkan Abdullah bin Mas’ud menangis. Rasul mulia yang membawa agama kebenaran, membawa wahyu dari langit, tidur di ruangan sempit dengan alas apa adanya. Sementara itu, para pembesar-pembesar Persia dan Romawi yang kafir dan memusuhi Islam, bisa tidur dalam segala kemewahan.

Mendengar jawaban Abdullah bin Mas’ud itu, Rasulullah pun berusaha menghibur Abdullah. Rasulullah mengatakan, "Tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia ini. Sedangkan kita memiliki akhirat? Aku dan dunia ini ibarat seseorang yang berjalan di bawah terik matahari. Kemudian ia berteduh di bawah pohon. Ketika hari sudah teduh kembali, ia pun harus pergi."

Begitulah, tangisan Abdullah adalah tangis keimanan. Tangis yang mengalir dari mata air cinta kepada Rasul. Sesuatu yang merupakan bagian penting dari keseluruhan serat-serat cinta seorang mukmin, setelah cintanya kepada Allah SWT. Itu adalah tangis kepedihan, atas ‘ketidakmengertian’ dunia akan arti dan harga sebuah kemuliaan. Bahwa semestinya, para pengikut kekafiran, yang berlomba-lomba sekuat tenaga untuk menghalangi kebenaran, yang berusaha dengan segala daya untuk memadamkan cahaya iman, atau para penyebar kebusukan dan keculasan dalam segala bentuknya, semestinya mereka tak menikmati gemerlap dunia ini. Sebaliknya, Rasul mulia yang membimbing manusia meninggalkan kegelapan menuju cahaya Islam yang terang, semestinya mendapat kesenangan dunia yang layak.

Tetapi tangisan Abdullah bukan ratapan akan kemewahan dunia yang seakan tak berpihak kepada Rasul junjungannya, atau juga kepada dirinya. Tidak. Ia tahu betul bagaimana memaknai imannya kepada Allah, juga kepada Rasul-Nya. Tetapi di sinilah kita menyaksikan, bahwa sisi-sisi kemanusiaan seorang Abdullah muncul dan mengalirkan gelombang rasa gundah yang sangat alami. Apa yang dilihatnya dengan mata kepalanya, tentang tidur Rasulullah yang sangat bersahaja, juga tentang goresan-goresan bekas tikar itu, adalah obyek penglihatan mata yang sangat kontras. Sebuah pandangan yang seketika menghentak sisi kemanusiaan Abdullah.

Pada sisi inilah sebuah pelajaran penting harus dicerna oleh setiap mukmin. Betapa akan banyak saat-saat dimana sisi kemanusiaan kita dihentak-hentakkan oleh fakta-fakta kehidupan yang terasa aneh, ganjil, dan menyesakkan. Seperti keanehan dan keganjilan yang dirasakan Abdullah itu. Di sisi lain, tangisan Abdullah, menjadi semacam perlambang, betapa tidak mudah bagi sisi-sisi manusiawi setiap orang, bahkan juga seorang mukmin, untuk menerima ganjilnya pemihakan dunia kepada orang-orang yang bejat. Tetapi sekejap gundah dan tangisnya, adalah sehampar pelajaran bagi orang-orang beriman sesudahnya. Betapa bila kita mengukur hidup ini dengan timbangan dunia, akan banyak hal-hal yang sangat menyesakkan.

Semua itu bahkan sangat akrab dalam keseharian kita. Sangat dekat dengan sekitar kita, terlebih hari-hari ini. Lihatlah bagaimana orang-orang yang benar justru diinjak dan dihinakan. Sebaliknya, para penjahat dan manusia-manusia kotor justru berkoar-koar bak manusia-manusia suci, diacungkan kepada mereka segala simbol penghormatan. Lihatlah, bagaimana keadilan sangat tidak berpihak kepada orang-orang yang punya hak. Lihatlah bagaimana orang-orang yang hidupnya sangat hitam, berlumur darah orang-orang yang tak berdosa, justru bisa ditampilkan menjadi sosok-sosok pahlawan yang bertaburan sanjungan dan puji-pujian. Rasulullah pernah menjelaskan tentang hari-hari yang sulit sepeninggalnya kelak. Yaitu hari-hari ketika orang-orang yang benar didustakan, dan orang-orang dusta dibenarkan.

Maka, gemerlap dunia membutuhkan penyikapan yang arif, tidak hanya dengan menggunakan sisi-sisi kemanusiaan semata. Dibutuhkan mata hati, dan tidak sekadar mata kepala. Dibutuhkan ketajaman iman, dan tidak semata kalkulasi duniawi.

Seperti itulah yang kemudian dijelaskan Rasulullah kepada Abdullah. Jawaban Rasulullah tidak saja menyejukkan dan menghapus kegundahan Abdullah. Jawaban itu sekaligus menjadi pakem-pakem penting tentang bagaimana ketimpangan dunia mendapatkan jawaban yang sangat tuntas dan paripurna. Jawaban Rasulullah sekali lagi adalah jawaban tentang bagaimana sesuatu yang secara lahiriyah aneh dan ganjil, bisa jadi sesungguhnya secara substansial betul-betul adil. Bagaimana sesuatu yang secara mata telanjang terlihat pahit, boleh jadi sesungguhnya itu adalah benih-benih bagi akhir yang manis dan kesudahaan yang membahagiakan. Itulah jawaban iman. Dibutuhkan mata hati yang mampu menembus dinding-dinding fisik duniawi, untuk bisa mendapatkan jawaban seperti itu.

Jawaban Rasulullah lebih jauh memberi kata kunci, agar seorang mukmin tidak silau dengan dunia. Tidak terpukau oleh gemerlap kehidupan. Karena seorang mukmin punya pengharapan yang lain. Pengharapan akan kampung akhirat. Bila dunia menghampirinya, ia tidak terperdaya, tidak pula gampang tertipu. Sebaliknya, bila dunia tidak singgah pada kehidupannya, ia pun tak lantas putus asa, apalagi berulah yang bukan-bukan.

Tentu, tidak mudah menerima dengan tabah ‘ketimpangan’ itu, lalu membalikkannya menjadi penghibur hati dan penyubur bagi cahaya iman. Karenanya, kuncinya ada pada kemampuan memandang. Seperti jawaban Rasulullah itu, yang menegaskan betapa setiap mukmin, harus memiliki kemampuan melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lain, tidak saja dari sisi lahiriyah saja. Kita harus bisa melihat apa yang sesungguhnya ada di balik segala yang nyata itu. Dunia yang mewah dan gemerlap ini memang sangat memukau. Tetapi mata iman melihatnya tak lebih dari tempat berteduh sesaat, dari panas matahari, bagi sebuah perjalanan panjang yang melelahkan.

Memandang sangat jauh sama artinya dengan menghindarkan jiwa-jiwa kita dari sikap mudah silau. Menjauhkan jiwa dari mental cepat terpukau oleh apa yang ada di depan mata ini. Sebuah aksioma menarik pernah disampaikan oleh Rasulullah, dalam khutbahnya pada musim haji. Di antara penggalan khutbahnya itu ia mengatakan, "Tidak ada kemuliaan bagi orang-orang Arab atas orang bukan Arab kecuali dengan takwa." Lalu, Rasulullah menambahkan, "Sesungguhnya seluruh manusia itu keturunan Adam, sedang Adam diciptakan dari tanah."

Inilah yang disebut dengan memandang lebih jauh. Memandang melebihi batas yang nampak oleh mata. Memandang diri manusia, melebihi batasnya sebagai manusia yang menyilaukan. Lalu menyadari, bahwa di balik itu semua ada unsur tanah, yang tidak istimewa. Bahwa hanya takwa yang membuat ‘makhluk-makhluk tanah’ itu menjadi berharga dan berbeda nilainya.

Kemampuan memandang jauh, melihat melebihi batas, dan memahami seperti itu akan memberikan kita sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Kekuatan yang akan menjadi pengendali utama segala tindak laku kita. Sehingga kita bisa berjalan dalam koridor yang benar.

Akhirnya, di jaman yang ramai oleh peradaban lisptik dan budaya imitasi seperti saat ini, alangkah perlunya kita memiliki mata hati yang tajam, yang mampu memandang jauh, lebih jauh, dan sangat jauh. Alangkah pentingnya kita memiliki cahaya iman, yang mampu menembus batas-batas fakta duniawi. Agar waktu yang sesaat ini tak sia-sia. Agar tak ada penyesalan kelak, pada hari ketika tak ada gunanya lagi harta dan kekayaan.

Wallahu’alam.

Makna kebaikan dalam Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an, baik atau kebaikan menggunakan kata ihsan, birr dan ishlah. Kata ihsan (ahsan dan muhsin) bisa dilihat pada firman Allah yang artinya: Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya (QS 4:125).

Bila dikaitkan dengan hadits tentang kedatangan Jibril kepada Nabi Muhammad Saw, maka ihsan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang karena merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah Swt yang membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya.

Sedangkan kata baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah yang artinya: Bukanlah menghadapkan wajahmu ke ke timur maupun ke barat itu suatu kebaikan, tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab dan nabi-nabi serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa (QS 2:177).


Bila kita kaji ayat-ayat tentang kata al birr, termasuk ayat di atas, maka akan didapat kesimpulan bahwa kebaikan itu menurut Mahmud Syaltut dalam tafsirnya membaginya menjadi tiga, yakni birr dalam aqidah, birr dalam amal dan birr dalam akhlak.

Adapun kata baik dengan menggunakan kata ishlah terdapat dalam banyak ayat, misalnya pada firman Allah yang artinya: Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: mengurus urusan mereka secara patut adalah baik (QS 2:220).

Islah (berlaku baik) digunakan penggunaannya dalam kaitan hubungan yang baik antara sesama manusia, di dalam Ensiklopedi Hukum Islam, jilid 3 hal 740 dinyatakan: “Islah merupakan kewajiban umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah Swt”.

Di dalam Al-Qur’an, Allah Swt menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Namun, kemuliaan manusia ternyata tidak terletak pada keindahan fisiknya. Kalau manusia dianggap mulia dengan sebab badannya yang besar, tentu akan lebih mulia binatang ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah dan sebagainya yang memiliki berat badan yang jauh lebih berat. Karenanya bila manusia hanya mengandalkan kehebatan dan keagungan dirinya pada berat badan, maka dia bisa lebih rendah kedudukannya daripada binatang ternak yang kemuliaannya terletak pada berat badannya. Allah Swt berfirman yang artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekusaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (QS 7:179).

Oleh karena itu, kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal shaleh atau kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku, dimanapun dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Itu sebabnya, semakin banyak perbuatan baik yang dilakukannya, maka akan semakin mulia harkat dan martabatnya dihadapan Allah Swt. Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk berloma-lomba dalam kebaikan sebagaimana firman Allah yang artinya: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 2:148)

INFO SEHAT

Minuman Ringan Tingkatkan Risiko Diabetes

CHICAGO – Minuman ringan memang menyegarkan.Terlebih di musim panas seperti saat ini di Amerika Serikat. Tapi sebaiknya mereka yang punya ”bakat” menderita diabetes sedikit berwaspada dalam mengonsumsi aneka minuman ringan ini. Sebuah penelitian membuktikan bahwa minuman ringan seperti cola dan sejenisnya ternyata meningkatkan risiko terkena diabetes alias kencing manis.
Bukti paling nyata adalah hasil studi terhadap sejumlah penduduk Amerika Serikat (AS). Jumlah penderita diabetes yang mencapai 17 juta di seantero AS bisa terus bertambah dengan cepat apabila kebiasaan mereka minum minuman ringan tidak dikurangi.
”Rata-rata jumlah pasien diabetes melonjak tajam dalam dua dekade terakhir ini. Ternyata peningkatan itu diikuti oleh konsumsi minuman ringan yang mengandung gula,”ujar Meir Stampfer dari Harvard School of Public Health, Boston. Ini satu dari hasil studi yang dilansir Reuters belum lama ini.
Antara tahun 1977 dan 1997 konsumsi minuman ringan AS meningkat hingga 61 persen, di antara orang dewasa. Jumlah itu dua kali lipat di kalangan anak-anak. Dengan jumlah penderita diabetes yang sudah menjadi pandemik di negara tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa ada hubungan erat antara konsumsi minuman ringan manis dan peningkatan jumlah pasien diabetes.
Studi tersebut juga dibandingkan dengan riset terhadap 91.000 orang perawat di Boston dan Brigham. Dari total 741 orang perempuan diabetes selama 1991-1999 diketahui mereka yang mengonsumsi minuman ringan mengalami peningkatan kadar gula. Tingkat risiko mereka yang mengonsumsi minuman ringan adalah 80 persen dibanding yang jarang mengonsumsi. (mer)

Sabtu, 19 Juli 2008

Keagungan Ilahi puisi islami

Keagungan Ilahi
(Al Muktashim)



Ratu malam sang rembulan
Raja siang sang matahari
Keduanya selalu bertentangan,

Tarik menarik
Dorong mendorong
Saling menguasai,
Seolah selalu bertanding tiada henti

Tiada yang kalah
Tak ada yang menag,
Karena dengan kedua sifat yang bertentangan ini
Seluruh alam semesta bergerak!

Dunia berputar,
Saling mengisi,
Yang satu melengkapi yang lain
Tanpa yang satu
Takkan ada yang lain,

Siang dan malam
Terang dan gelap
BAik dan jahat
Tanpa yang satu,
Apakah yang lain itu akan ada?
Tanpa adanya gelap,
Dapatkah kita mengenal terang?

Inilah sebuah kenyataan
Yang telah dikenhendaki Allah
Tanpa kehendaknya, takkan terjadi apa-apa

setiap kehidupan ada maknanya

Pemandangan memilukan dan mengiris-iris hati akibat banjir dalam sepekan terakhir ini masih menghiasai media massa cetak maupun elektronik. Kematian, kelaparan akibat kurangnya pasokan bahan makanan, kedinginan, dan munculnya sejumlah penyakit yang diderita sebagian saudara-saudara kita hanyalah gejala ikutan akibat musibah banjir yang melanda Ibukota dan beberapa wilayah di sekitarnya.
Hingga Senin (5/2) di Jakarta sudah ada 29 orang meninggal. Diperkirakan korban meninggal akan terus bertambah. Duabelas ribuan korban banjir lainnya mengeluh karena gangguan persendian, diare, penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan. Lebih dari 200 ribu korban banjir lainnya mengungsi. Sementara itu, kerugian harta para korban karena hilang atau rusak tidak terhitung. Di samping itu, Jakarta nyaris ‘lumpuh’. Akibat banjir, lebih dari 33 ribu PNS di DKI absen masuk kantor. Gejala yang sama juga terjadi di kantor-kantor swasta. Lebih dari 40 persen siswa juga diliburkan alias tidak masuk sekolah. Lebih dari 2000 gardu listrik di Jakarta milik PLN dipadamkan. (Republika, 6/2/2007). Akibat banjir, Jakarta juga kekurangan pasokan air bersih akibat terhentinya aliran air dari perusahaan penyedia air. Dua operator perusahaan air, PT Thames PAM Jaya (TPJ) dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), hanya bisa melayani 30 persen pelanggan (Media Indonesia Online, 4/2/2007). Padahal, kebutuhan warga akan air bersih saat banjir jelas meningkat.
Meski tidak separah di Jakarta, banjir juga melanda beberapa kota di sekitar Jakarta seperti Bekasi, Depok, Bogor.

Tidak Pernah Mau Mengambil Pelajaran
“Tidak pernah mau belajar!” Mungkin, itulah kalimat yang pantas ditujukan kepada bangsa ini, terutama kepada para penguasanya. Bagaimana tidak?! Musibah demi musibah dan bencana demi bencana sudah kenyang kita rasakan, paling tidak sepanjang tahun lalu hingga hari ini. Berbeda dengan peristiwa tsunami dan gempa beberapa waktu lalu yang juga menimpa bangsa ini (yang memang merupakan fenomena alam), semua musibah dari mulai tanah longsor, kebakaran hutan, banjir, meluapnya lumpur panas Lapindo hingga kecelakaan alat transportasi di darat, laut dan udara jelas lebih merupakan peringatan sekaligus pelajaran bagi bangsa ini, khususnya para penguasanya. Seharusnya semua pihak melakukan instrospeksi (muhâsabah): Mengapa semua musibah/bencana ini terjadi? Apanya yang salah?
Paling tidak, ada dua sebab mengapa berbagai musibah seperti banjir ini terjadi terus secara berulang, hampir setiap tahun. Pertama: sebab teknis. Dalam kasus banjir di Ibukota dan beberapa kota besar lainnya, faktor ini lebih terkait dengan kurang seriusnya Pemerintah melakukan perencanaan tatakota yang memungkinkan banjir bisa dicegah.
Kedua: sebab non-teknis. Jika dicermati, kurangnya perencanaan ini lebih disebabkan oleh faktor non-teknis alias menyangkut kebijakan, yakni karena Pemerintah lebih mengedepankan unsur bisnis ketimbang memikirkan kemaslahatan umum dalam pengelolaan kota. Secara sekular dan brutal, para pelaku ekonomi yang berkongkalingkong dengan pengambil kebijakan memperdaya lahan melalui eksploitasi dan komersialisasi. Pengembangan perumahan mewah, restoran, hotel, supermarket dengan bangunan beton di atas zona produksi, resapan dan lindung yang terus meluas merupakan mode untuk memenuhi kepentingan individu dengan mengorbankan kepentingan rakyat. (Gatot Irianto, Kompas, 5/2). Semua itu sering diikuti dengan penutupan lahan oleh semen dan aspal yang kian tak terkendali serta pengurangan ruang hijau terbuka yang makin menjadi-jadi, yang antara lain mengakibatkan tanah tidak dapat meresap air. Saat ini, di Jakarta resapan air berkurang 50% dalam 10 tahun terakhir. (Eramuslim.com, 06/02/2007). Sementara itu, dalam kasus banjir di sejumlah daerah, termasuk banjir bandang di Luar Jawa beberapa waktu lalu, tidak lain adalah akibat penebangan hutan, termasuk hutan lindung, secara brutal. Ironisnya, penggundulan hutan itu, di samping karena illegal logging, sebagian dilegalkan oleh Pemerintah melalui pemberian izin HPH kepada pihak swasta.

Saatnya untuk Kembali
Jika kita renungkan, berbagai musibah di atas—di luar fenomena alam seperti tsunami dan gempa bumi—lebih merupakan teguran/peringatan ketimbang cobaan/ujian bagi seluruh komponen bangsa ini, khususnya para penguasanya, Mengapa? Sebab, cobaan/ujian lebih ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dengan itu, Allah SWT ingin menguji sejauhmana kesabaran mereka. Dalam hal ini, Allah SWT berfiman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ(155)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji‘ûn.” (QS al-Baqarah [2]: 155-156).

Sebaliknya, kebanyakan kita hari ini justru tidak beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Kebanyakan kita saat ini malah menyimpang dari—bahkan meninggalkan dan mencampakkan—syariah-Nya. Pemerintah, misalnya, tidak pernah mau mempedulikan aturan-aturan (syariah) Islam. Contohnya adalah syariah Islam dalam pengelolaan SDA seperti hutan. Menurut hukum Islam, hutan adalah milik umat yang harus dikelola oleh negara untuk kemaslahatan mereka. Hutan haram dikuasai oleh individu/swasta. Dalam hal ini, Rasulullah saw. bersabda:

«اَلمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءٌ فِي ثَلاَثٍ: فِيْ الْمَاءِ وَالْكَلأَِ وَ النَّارِ»
Kaum Muslim bersekutu (memiliki hak yang sama) atas tiga perkara: air, hutan dan energi. (HR. Ibnu Majah).

Namun faktanya, hutan diserahkan begitu saja oleh Pemerintah kepada pihak swasta lewat pemberian izin HPH (Hak Pengelolaan Hutan). Akibatnya, hutan Indonesia sebagiannya telah musnah. Saat ini, dari 115 juta hektar hutan yang pernah ada di Indonesia, lebih dari 64 juta hektar (55 persen) telah hilang hanya dalam kurun waktu 50 tahun. Akibatnya banjir dan tanah longsor meluas di mana-mana, karena tidak kuasa menahan beban air saat hujan. Wajar jika banjir, yang sebelumnya hanya ‘milik’ Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, kini mulai merambah daerah-daerah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan beberapa daerah lainnya yang selama ini justru dikenal sebagai kawasan hutan yang sangat luas dan lebat. Semua itu tidak lain merupakan teguran/peringatan dari Allah SWT agar kita kembali ke pangkuan syariah-Nya. Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan ulah manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS ar-Rum [30]: 41).

Khatimah
Jelas sudah kembali kepada Allah, yakni kembali pada seluruh aturan (syariah)-Nya saat ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Seluruh komponen bangsa ini harus segera melakukan semacam “pertobatan nasional” dengan tobat yang sebenar-benarnya. Tobat yang sebenarnya (tawbatan nashûha) tentu saja adalah dengan meninggalkan semua dosa/kemaksiatan yang selama ini pernah dilakukan, yaitu berupa pengabaikan terhadap hukum-hukum Allah SWT, untuk kemudian dengan sungguh-sungguh menerapkan dan melaksanakan secara total syariah-Nya. Penerapan dan pelaksanaan seluruh syariah Alllah SWT tentu merupakan bukti nyata keimanan dan takwaan kita kepada-Nya. Jika kita benar-benar beriman dan bertakwa kepada Allah, Dia pasti akan memberi kita berkah dari langit dan bumi, sebagaimana firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu sehingga Kami mengazab mereka karena perbuatannya. (QS al-A‘raf [7]: 96). []

Komentar al-islam:
Jalan Tol Rugi Dua Milyar Akibat Banjir
(Eramuslim.com, 6/2/2007).
Yang pasti, kerugian masyarakat pasti jauh lebih besar lagi. Pemerintah sebagai pengurus rakyat harus bertanggung jawab, terutama di hadapan Allah SWT kelak!

Selasa, 24 Juni 2008

Cinta


Cinta
Cinta adalah satu perkataan yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, kerana sudah menjadi anggapan umum bahawa cinta sinonim dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang mabuk asmara. Ada yang mengatakan cinta itu suci, cinta itu agung, cinta itu indah dan terlalu indah hingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, hanya dapat dirasakan dan sebagainya. Bahkan ada yang menggambarkan oleh kerana tersangat indahnya cinta, syaitan pun berubah menjadi bidadari ” racun dirasa bagaikan madu? “. Yang jelas kerana cinta, ramai orang yang merasa bahagia namun sebaliknya kerana cinta ramai pula yang tersiksa dan merana. Cinta dapat membuat seseorang menjadi sangat mulia, dan cinta pula yang menjadikan seseorang menjadi sangat tercela.
Kita tahu bagaimana kecintaan Khadijah RA kepada Rasulullah SAW yang rela mengorbankan apa sahaja yang dimilikinya dengan perasaan bahagia demi perjuangan si kekasih yang menjadikannya mulia. Sebaliknya ada pemudi yang mengorbankan kehormatannya demi untuk menyenangkan si kekasih yang dia lakukan atas nama cinta. Atau ada remaja yang menghabiskan nyawanya dengan Baygon ( na’udzubillahi min zalik ) hanya kerana cinta. Cinta yang sedemikianlah yang membawanya kepada kehinaan.
Lalu, apa sebenarnya makna daripada cinta?
Benarkah cinta hanyalah sepenggal kata namun mengandung sejuta makna?
Atau pendapat para filosofi bahawa makna cinta tergantung siapa yang memandang?
Rupanya tepat seperti uangkapan Ibnu Qayyim Al Jauziah tentang cinta, bahwasanya, ” Tidak ada batasan tentang cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. ”
Ada pun kata cinta itu sendiri secara bahasa adalah kecenderungan atau keberpihakan. Bertolak dari sini cinta dapat didefinisikan sebagai sebuah gejolak jiwa dimana hati mempunyai kecenderungan yang kuat terhadap apa yang disenanginya sehingga membuat untuk tetap mengangankannya, menyebut namanya, rela berkorban atasnya dan menerima dengan segenap hati apa adanya dari yang dicintainya serasa kurang sekalipun, dan ia tumpahkan dengan kata-kata dan perbuatan.
Pandangan Islam terhadap Cinta
Cinta dalam pandangan Islam adalah suatu perkara yang suci. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullah menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
” Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahawa ia mencintainya. ”
HR Abu Daud dan At-Tirmidzi
Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, kerana itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu ( mithalnya lembaga pernikahan ) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.
” Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu ( wahai kaum lelaki ), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu ( suami isteri ) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan ( yang menimbulkan kesedaran ) bagi orang-orang yang berfikir. ”
Q.S Ar-Ruum : Ayat 21
Ayat di atas merupakan jaminan bahawa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu kerana Allah ( setelah menikah ). Jadi tak perlu menunggu ” jatuh cinta dahulu ” baru berani menikah, atau pacaran dahulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syaitan durjana ( na’udzubillahi min zalik ). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerosakan pergaulan dalam masyarakat.
Dalam Islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan / diutamakan dan siapa / apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.
” ( Walaupun demikian ), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah ( untuk menjadi ) sekutu-sekutu ( Allah ), mereka mencintainya, ( memuja dan mentaatinya ) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang
beriman itu lebih cinta ( taat ) kepada Allah dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman ( syirik ) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak, bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah dan bahawa sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, ( nescaya mereka tidak melakukan kezaliman itu ). ”
Q.S Al-Baqarah : Ayat 165
Menurut Syaikh Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, ada enam peringkat cinta ( maratibul - mahabah ), iaitu :
1. Peringkat ke 1 dan yang paling tinggi / paling agung adalah tatayyum, yang merupakan hak Allah semata-mata.
” Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Rabbul ‘alamiin. ”
” Sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta ( taat ) kepada Allah ”
Q.S Al-Baqarah : Ayat 165
Jadi, ungkapan-ungkapan seperti : ” Kau selalu di hatiku, bersemi di dalam kalbu ” atau ” Kusebutkan namamu di setiap detak jantungku, ” ” Cintaku hanya untukmu, ” dan sebagainya seharusnya ditujukan kepada Allah. Kerana Dialah yang memberikan kita segala nikmat / kebaikan sejak kita dilahirkan, bahkan sejak dalam rahim ibu. Jangan terbalik, baru diberi sekelumit cinta dan kenikmatan dari si ” darling ” kita sudah hendak menyerahkan jiwa raga kepadanya yang merupakan hak Allah. Lupa kepada Pemberi Nikmat,
” Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan ( pada ) pertukaran malam dan siang dan ( pada ) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga ( pada ) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Dia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga ( pada ) peredaran angin dan awan yang tunduk ( kepada kuasa Allah ) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya ( pada semuanya itu ) ada tanda-tanda ( yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya dan keluasan rahmatNya ) bagi kaum yang ( mahu ) menggunakan akal fikiran. ”
Q.S Al-Baqarah : Ayat 164
2. Peringkat ke 2; ‘isyk yang hanya merupakan hak Rasulullah SAW Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohinya, dan sebagainya, namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.
” Katakanlah ( wahai Muhammad ) : Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu dan ( ingatlah ), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. ”
Q.S Aali Imran : Ayat 31
3. Peringkat ke 3; syauq iaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami isteri, antara orang tua dan anak, yang membuahkan rasa mawaddah wa rahmah.
4. Peringkat ke 4; shababah iaitu cinta sesama muslim yang melahirkan ukhuwah Islamiah.
5. Peringkat ke 5; ‘ithf ( simpati ) yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, berdakwah, dan sebagainya.
6. Peringkat ke 6 adalah cinta yang paling rendah dan sederhana, iaitu cinta / keinginan kepada selain dari manusia : harta benda. Namun keinginan ini sebatas intifa’ ( pendayagunaan / pemanfaatan ).
Hubungan Cinta dan Keimanan
Dalam Islam cinta dan keimanan adalah dua perkara yang tidak dapat dipisahkan. Cinta yang berlandaskan iman akan membawa seseorang kepada kemuliaan; sebaliknya cinta yang tidak berlandaskan iman akan menjatuhkan seseorang ke jurang kehinaan. Cinta dan keimanan laksana kedua belah sayap burung. Al Ustadz Imam Hasan Al Banna mengatakan bahawa ” dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. ” Bagaimana tidak, jikalau iman tanpa cinta akan pincang, dan cinta tanpa iman akan jatuh ke jurang kehinaan. Selain itu iman tidak akan terasa lazat tanpa cinta dan sebaliknya cinta pun tidak lazat tanpa iman.
Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW;
” Barangsiapa ingin memperoleh kelazatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya kerana Allah SWT. ”
Riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah
Tidak hairanlah ketika ‘Uqbah bin Al Harits telah bercerai dengan isteri yang sangat dicintainya Ummu Yahya, atas persetujuan Rasulullah SAW hanya kerana pengakuan seorang wanita tua bahawa ia telah menyusukan pasangan suami isteri itu di saat mereka masih bayi. Allah mengharamkan pernikahan saudara sesusuan.Demikian pula kecintaan Abdullah bin Abu Bakar kepada isterinya, yang terkenal kecantikannya, keluhuran budinya dan keagungan akhlaknya. Ketika ayahnya mengamati bahawa kecintaannya tersebut telah melalaikan Abdullah dalam berjihad di jalan Allah dan memerintahkan untuk menceraikan isterinya. Pemuda Abdullah memandang perintah tersebut dengan kacamata iman, sehingga dia rela menceraikan belahan jiwanya tersebut demi mempererat kembali cintanya kepada Allah.
Subhanallah, pasangan tersebut telah bersatu kerana Allah, saling mencintai kerana Allah, bahkan telah bercinta kerana Allah, namun mereka juga rela berpisah kerana Allah. Cinta kepada Allah di atas segalanya.
Bagaimana pula halnya dengan pasangan yang terlanjur jatuh cinta, atau yang ‘berpacaran’ atau sudah bercinta sebelum menikah?
Hanya ada dua jalan; bersegeralah menikah atau berpisah kerana Allah, nescaya akan terasa lazat dan manisnya iman. Dan janganlah mencintai ‘si dia’ lebih daripada cinta kepada Allah dan RasulNya.
Dari Anas ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda;
” Ada tiga perkara dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, iaitu mencintai Allah dan rasulNya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya kerana Allah, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api. ”
HR. Bukhari dan Muslim
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda;
” Demi zat yang jiwaku ada dalam genggamanNya, kamu sekalian tidak akan masuk syurga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. ”
HR Muslim
Cinta Kepada Allah, Itulah yang Hakiki
Cinta bagaikan lautan, sungguh luas dan indah. Ketika kita tersentuh tepinya yang sejuk, ia mengundang untuk melangkah lebih jauh ke tengah, yang penuh rintangan, hempasan dan gelombang pada siapa sahaja yang ingin mengharunginya. Namun carilah cinta yang sejati, di lautan cinta berbiduk ‘takwa’ berlayarkan ‘iman’ yang dapat melawan gelombang syaitan dan hempasan nafsu, Insya Allah kita akan sampai kepada tujuannya iaitu : cinta kepada Allah, itulah yang hakiki, yang kekal selamanya. Adapun cinta kepada makhlukNya, pilihlah cinta yang hanya berlandaskan kecintaan kepada Allah dan RasulNya. Bukan kerana pujuk rayu syaitan, bukan pula kerana desakan nafsu yang menggoda.
Cintailah Allah, berusahalah untuk menggapai cintaNya. Menurut Ibnu Qayyim, ada 10 perkara yang menyebabkan orang mencintai Allah SWT :
1. Membaca Al-Quran dan memahaminya dengan baik.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan sholat sunat sesudah sholat wajib.
3. Selalu menyebut dan berzikir dalam segala keadaan dengan hati, lisan dan perbuatan.
4. Mengutamakan kehendak Allah di saat berbenturan dengan kehendak hawa nafsu.
5. Menanamkan dalam hati asma’ dan sifat-sifatnya dan memahami maknanya.
6. Memperhatikan kurnia dan kebaikan Allah kepada kita.
7. Menundukkan hati dan diri ke pangkuan Allah.
8. Menyendiri bermunajat dan membaca kitab sucinya di waktu malam ketika orang sedang nyenyak tidur.
9. Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang sholeh, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka
10. Menjauhkan sebab-sebab yang dapat menjauhkan kita daripada Allah.
Saling mencintailah kerana Allah agar dapat mendapatkan kecintaan Allah. Dalam hadith Qudsi Allah berfirman;
” CintaKu harus Kuberikan kepada orang-orang yang saling mencintai keranaKu,
CintaKu harus Kuberikan kepada orang-orang yang saling berkorban keranaKu,
dan CintaKu harus Kuberikan kepada orang-orang yang menyambung hubungan keranaKu. ”
Hiduplah di bawah naungan cinta dan saling mencintailah kerana keagunganNya, nescaya akan mendapatkan naungan Allah, yang pada hari itu tidak ada naungan selain naunganNya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda;
” Pada hari kiamat Allah berfirman : ‘Dimanakah orang-orang yang saling mencintai kerana keagunganKu? Pada hari yang tiada naungan selain naunganKu ini, Aku menaungi mereka dengan naunganKu. ”
HR. Muslim
Bahkan Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat kerana Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka mereka.
Nasa’i meriwayatkan dengan sanad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda;
” Di sekeliling ‘Arsy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka. ”
Para sahabat bertanya, ” Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka! ”
Beliau bersabda, ” Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi kerana Allah. ”
” Ya Allah, kurniakanlah kepada kami Cinta terhadapMu dan Cinta kepada mereka yang mencintaiMu, dan apa sahaja yang mendekatkan kami kepada CintaMu, dan jadikanlah CintaMu itu lebih berharga bagi kami daripada air yang sejuk bagi orang yang dahaga. ”
Akhirul qalam, bertanyalah pada diri kita sendiri :
1. Sudahkah aku menemukan cinta yang hakiki, cinta yang sejati dalam hidup ini?
2. Sejauh mana aku mengenalNya, asma’ ( nama ) Nya, sifat-sifatNya, kehendakNya, laranganNya?
3. Seringkah aku mengingatiNya, menyebut namaNya melalui zikir-zikir yang panjang?
4. Seringkah aku mendekatkan diri kepadaNya dengan sholat serta ibadah-ibadah lainnya?
5. Seringkah aku merintih, mengadu dan mengharap kepadaNya melalui untaian doa yang keluar dari lubuk hati.
6. Sudahkah aku mengikuti kehendakNya dan menjauhi larangan-laranganNya?
7. Apakah aku mencintai seseorang keranaNya atau kerana dorongan nafsuku sendiri?
8. Sejauh mana aku berusaha untuk mengekang hawa nafsuku sendiri

Hakikat hidup adalah sebuah pertarungan, dan pengorbanan. Gapailah akhiratmu tapi jangan lupakan duniamu, itulah salah satu prinsip yang harus di-cam-kan dalam hati. Bukan sebaliknya menggapai Dunia tapi tidak melupakan akherat. Berpeganglah pada satu buhul yang kuat, mengenali hidup dengan tuntunan keimanan, mencari arti penting ‘cinta’ dengan mencintai dan dicintai karena-Nya, dan mencari arti penting sebuah kehidupan dengan harap akan bertemu dengan-Nya. Jalanilah duniamu karena dunia itu akan menunjukkan kemana tujuan terakhirmy. Syurga kah? Atau Neraka kah?"

Limbah Elektronik Tebar Racun di Negara Berkembang

Jakarta -
Revolusi teknologi mengubah dunia dengan beragam produksi perangkat canggih. Namun salah satu dampak yang sukar ditangani adalah sampah elektronik. Menurut para ilmuwan lingkungan, selain pemanasan global, masalah sampah elektronik adalah yang paling mengancam planet bumi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, sekitar 20 sampai 50 juta ton sampah elektronik dihasilkan per tahunnya. Parahnya, 70 persen dari limbah itu dibuang di negara-negara miskin dan berkembang.

Adapun menurut studi lembaga lingkungan Greenpeace, pada tahun 2010 akan terjadi peningkatan ratusan persen jumlah sampah elektronik di negara berkembang. Ekspor limbah mudah terjadi karena lemahnya regulasi di negara -negara itu, semisal di China, Filipina atau Vietnam.

Efeknya pun amat buruk. Para pekerja yang ingin mendapat untung dari sisa-sisa elektronik terekspos racun dari tumpukan sampah. Demikian pula dengan alam sekitar jadi tercemar mengingat banyak bahan beracun dipakai dalam pembuatan perangkat elektronik.

Kritik pun berdatangan bahwa negara maju semacam Amerika Serikat, Uni Eropa atau Kanada tidak berbuat apa-apa meski masalah terus terjadi. Mereka terus saja membuang sampah elektronik ke negara lain.

"Amerika dan Kanada tetap mengekspor sampah komputer ke negara berkembang karena dalam hukum di sana, komputer bekas dianggap bukan limbah," ungkap Ibrahim Shafii, Technical Program Officer untuk Secretariat of the Basel Convention, perjanjian lingkungan mengenai limbah elektronik.

Solusinya, regulasi sampah elektronik dunia harus diperketat. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan soal bahaya sampah elektronik.

Senin, 09 Juni 2008

health

You can lose weight permanently. But, it is not easy to do. The important thing you should do is make a commitment to gradually implement healthier eating habits for the rest of your life. Here they are :

  • Eat a low fat, high carbohydrate diet.
  • Eat breakfast every day.
  • Eat five small meals throughout the day.
  • Do not restrict foods.
  • Limit sugar and bring on the fiber.
  • Take an exercise.
  • Stay away from gimmicks.
  • Change your lifestyle.
  • Recover from relapses quickly.
  • Keep a food journal.

Current dietary recommendations suggest that no more than 30 % of a person's total calories should come from fat. But, it's very difficult to do because there are a lot of fatty food that offered to us. How we can reduce the fat content of our meals? Here some tips to keep the fat content of our diet down:

  • Become familiar with today's food labels, and use the information provided to reduce the fat content of our meals.
  • Cut away and discard skin from meats such as chicken.
  • When eating out, don't order foods with cream-based sauces, such as fettucine alfredo.
  • Trim all visible fat from meat, both within the cut and along the edges.
  • Layer vegetables over baked potatoes to reduce any tendency to add butter, margerine, or sour cream.
  • Request salad dressing and other condiments on the side so that you can control the amount you use.
  • Eat more vegetables, fruits and breads in place of meats and cheeses.
  • Use jelly and apple butter in place of butter and margarine on toast, bread and bagels.

  • Make sure it is safe. A safe diet should include all of the recommended daily allowances (RDAs) for vitamins, minerals and protein. The weight loss diet should be lower in calories (energy) only, not in essential vitamins or minerals.
  • Slow, steady weight loss. The program should be directed toward slow, steady weight loss unless your doctor feels your health condition would benefit from more rapid weight loss.
  • Be sure you are provided with a detailed statement of fees and costs of additional items such as dietary supplements or foods.
  • Your doctor should evaluate you before you start and you should be examined and monitored by a doctor during the program.
  • Include plans for weight maintenance after the weight-loss phase is over because and is not consistently implemented in weight-loss programs.
  • The program you select should help you improve your dietary habits, increase your physical activity, and help you change other lifestyle habits that may have contributed to your weight gain in the past.
  • To be safe and effective, any weight loss program must address the long-term approach or else the program is largely a waste of money and effort.

1. Eat less portion of food, not less quantity of food

Do not missing one of breakfast or dinner. In fact, breakfast is very important as main energy during the day and to reduce sugar or fat consumption when hungry.
Besides, eat regularly (3 times a day) will increase body metabolism that help reduce body weight because fat and calorie burning will be easier. Vice versa condition happen when you are hungry, where metabolism will decrease naturally.

2. Do not restrict to consume only one group of food

Diet that suggest you not to eat carbohydrate or fat, only fruits and vegetables, is not good for your health, because it can not fulfill your body need of vitamins and minerals, especially for teenager. The Body need balance calorie and nutrition to keep it fit. Choose low fat food instead of no fat at all.

3. Do not consume too low calorie

Women need 2000 calories per day, man need 2500 calories per day. If the calorie intakes only 1000 or less, it will cause low metabolism and anemia.

4. Do exercise

Exercise can increase body metabolism so that fat and calorie burning increase as well, so that body weight will decrease faster.

5. Do not eat salad

Salad is good, but you should remember that the mayonnaise contains high fat.

6. Drink low fat and high calcium milk

Drinking milk everyday is still needed, especially low fat and high calcium milk because it will build strong bone and give nutrition to your body.

7. Do not loose weight dramatically

It is better that the body weight decrease not more than 1-2 kg in a week because it can provoke another health complication, such as heart and kidney, that work hard to replace glucose deposit in the blood. This can affect your health.

Source :PTPhaphros.co.id

  • Set a schedule and try to keep it. For example, 15-minute walk around the block each morning and evening.
  • Do not try too hard at first can lead to injury and cause you to give up.
  • Get a friend or family member to join you. Motivate each other to keep it up.
  • Cross-train. Alternate between different activities so you don't strain one part of your body day after day.
  • Set goals. Gradually build up your program and set new goals to stay motivated.
  • Reward yourself. At the end of each month that you stay on your exercise program, reward yourself with something new, for example, new clothes, a compact disc, a new book, etc, something that will help keep you committed. But don't use food as a reward.
  • If you have a chronic health problem or a family history of heart disease at an early age, be sure to talk with your doctor before launching a new physical activity program.
Source : NHLBI Health Information Center

Increase Fruits

  • Eat a medium apple instead of four shortbread cookies. You'll save 80 calories.
  • Eat 1/4 cup of dried apricots instead of a 2-ounce bag of pork rinds. You'll save 230 calories.

Increase Vegetables

  • Have a hamburger that's 3 ounces of meat instead of 6 ounces. Add a 1/2-cup serving of carrots and a 1/2-cup serving of spinach. You'll save more than 200 calories.
  • Instead of 5 ounces of chicken, have a stir fry with 2 ounces of chicken and 11/2 cups of raw vegetables. Use a small amount of vegetable oil. You'll save 50 calories.

Increase Fat-Free Or Low-Fat Milk Products

  • Have a 1/2-cup serving of low-fat frozen yogurt instead of a 1/2-cup serving of full-fat ice cream. You'll save about 70 calories.

Source : NHLBI Health Information Center

Set Realistic Goals for Diet Success

One of the strongest predictors of long-term diet success lies in setting the right goal at the start. If you set unattainable goals, such as losing 30 pounds in just a few months, you're setting yourself up to fail. So, setting smaller, attainable benchmarks, like losing 5 pounds or a single dress size, will give you the confidence to continue.

Go Slow

Diet success entails making real lifestyle changes, and that does not happen overnight. People who are starving get irritable and have a higher failure rate. If you cut back 200 calories a day, you will not even realize it and the weight will come off and stay off. If you keep in mind that optimal weight loss is 1 to 2 pounds a week, you will be less frustrated

Expect Setbacks

Everyone is bound to give in to temptation from time to time. The danger is not a single splurge but letting it become an excuse for an all-out binge.

Do not Be a Perfectionist

So what do you do if you have scarfed down a pint of ice cream before noon? Bottom line when you slip up : forget about it and think that tomorrow is a new healthier day.

Use the Buddy System

Finding other people with similar goals can greatly improve yours odds of diet success. Having a support group to turn to, whether it is your family or people in a weight-loss chat room, can make all the difference for diet success.

Be Patient

One of the biggest diet motivation-busters is the dreaded weight loss plateau. You have been doing everything right, exercising and eating well, and the numbers on the scale have been steadily dropping. Then suddenly, the scale stays stuck for several days in a row. Turn it around and congratulate yourself on the diet success you've had so far. This is a natural part of the weight loss process. When you hit the plateau, you may want to try something slightly different to jump-start your diet. Commit yourself to expending an extra 100 calories a day with walking, for instance. And look honestly to see if you are backsliding in little ways with your eating. A few minor adjustments and you will soon be back on course.

Reward Yourself

Dieting is hard work and it is not always a whole lot of fun. Small rewards can provide an incentive to keep going. But make sure your rewards are not food-related.

Have a Maintenance Plan

For many people, losing weight is far easier than keeping it off. It is important to remember that healthy eating is a lifelong goal, not a one-time project. You may want to consult an expert to help create a diet or exercise plan that works for you. An expert can help you get off on the right foot and maintain your healthy habits even after you have reached your ideal weight.

Source : WebMD Reference

Senin, 02 Juni 2008

tips dan trick


13 Trik Merawat Baterai Ponsel
Dewi Widya Ningrum - detikinet


ilustrasi (ist.)

Jakarta - Layaknya manusia dengan jiwa, ponsel juga punya jiwa sebagai energi untuk hidup yaitu baterai. Untuk itulah, rawat baterai ponsel agar umurnya lebih panjang. Simak tips yang dikutip detikINET dari 3gweek, Senin (2/6/2008) berikut ini:

1. Matikan ponsel.
Sebaiknya matikan ponsel jika Anda berada di sebuah tempat yang kemungkinan untuk mendapatkan sinyalnya sulit. Kalau ponsel terus diaktifkan, sementara ponsel terus menerus mencari sinyal, hal ini akan membuat energi baterai Anda terkuras.

2. Pakai repeater.
Saat berada di tempat yang sangat terpencil, gunakan repeater ponsel untuk memperkuat penangkapan sinyal.

3. Matikan fitur suara yang tidak penting, jangan biarkan aktif sepanjang hari.

4. Jangan aktifkan ringtone dan fitur getar sekaligus karena cukup menguras energi baterai, aktifkan salah satunya saja. Saat berada di bioskop ada baiknya aktifkan fitur getarnya saja, namun saat berada di tempat publik seperti mall, stasiun dan bandara, mengaktifkan ringtone bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

5. Kurangi brightness layar ponsel Anda hingga 50 persen agar energi baterai yang terpakai lebih hemat.

6. Matikan Bluetooth jika tak digunakan. Untuk diketahui saja, Bluetooth yang aktif akan menguras energi baterai ponsel lebih cepat.

7. Sama halnya seperti Bluetooth, matikan juga fitur infrared jika tak digunakan.

8. Matikan aplikasi-aplikasi lain yang tidak digunakan.

9. Letakkan ponsel di tempat yang temperaturnya normal sehingga tidak terjadi kerusakan akibat suhu yang terlalu tinggi atau rendah. Misalnya, jangan letakkan ponsel di dalam mobil yang terjemur matahari, di atas laptop atau konsol game yang suhunya panas.

10. Segera cabut charger dari ponsel jika baterai ponsel sudah penuh.

11. Caslah baterai sampai penuh dan segera isi ulang baterai Anda jika memang sudah habis.

12. Kalau ingin baterai tahan lama, jangan sering-sering bermain game lewat ponsel, mendengarkan mp3, melakukan panggilan video (video call), mengedit foto ataupun browsing. Semua aktivitas tersebut hanya akan mempercepat baterai Anda habis.

13. Atur settingan backlight, jangan biarkan durasi nyalanya terlalu lama, cukup 5 sampai 15 detik saja
Custom Search